“Tentu trainer yang ada ini ibarat charger itu kita isi baterainya full lalu kemudian setelahnya mereka kembali melaksanakan pelatihan yang sama pada tingkat kabupaten sampai kecamatan dan TPS,” timpal dia.
Dalam kesempatan itu, Andi Timo Pangerang menambahkan, Maluku Utara merupakan provinsi ke-12 yang mengikuti pelatihan ini, dan akan berlanjut pelatihan yang sama di provinsi lainnya di seluruh Indonesia.
“Tujuannya agar para saksi kita dalam bekerja nanti mengawal dan menjaga suara itu tahu apa yang harus dilakukan,” jelas Andi.
Hal paling penting dari tujuan pelatihan ini, lanjut dia, yaitu saksi bisa benar-benar melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa tanggungjawab. Selain itu, ini pun merupakan langkah antisipasi agar kerja keras Partai Demokrat dan simpatisan dalam Pemilu 2024 ini memang meraih suara yang terkonversi dengan suara di TPS.
“Dan suara itu lah yang kita jaga,” kata Andi seraya menyebutkan terobosan ini baru kali pertama dibuat Partai Demokrat pada Pemilu 2024 ini.
“Jadi betul-betul kita, minimal satu TPS satu saksi, jangan lagi ada TPS yang kosong. Jangan sampai orang udah kerja gak tahunya suara hilang,” timpal dia.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.