“Jangan cuma bisa janji, karena janji-janji seperti ini sudah berulang kali dilontarkan Pak Wali. Kaban Bappelitbangda dan Kadis PUPR juga, kan kita sudah sepakati bersama waktu bulan Februari lalu, bahwa akan dibuat skema awal dengan pagu anggaran Rp 10 sampai Rp 15 miliar, dan sampai ini juga tidak ada kabar lagi. Katanya tunggu pergeseran, terus mau janji apa lagi? Kami sudah muak dengan janji,” tegas Wawan.
Ia juga menyentil keberangkatan Wali Kota dan dua pimpinan OPD ke Belanda dan Portugal beberapa waktu lalu. Ia bilang, jika hanya ingin mempromosikan city branding Kota Rempah, sebaiknya tidak perlu jauh-jauh ke Eropa karena di Kota Ternate juga ada, yaitu Kelurahan Tongole yang memiliki banyak cerita soal rempah.
“Ngapain jauh-jauh ke Belanda dan Portugal? Di sini ada Tongole yang bisa dipromosikan sebagai khas Ternate dengan rempah. Ke Eropa itu cuma habiskan uang rakyat saja, sementara pelayanan dasar di daerah tidak tuntas. Mau cari arsip? Arsip apa? Tidak usah lagi membohongi masyarakat, karena masyarakat Kota Ternate sudah lebih pintar,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.