Kuker Tauhid bersama Kepala Bappelitbangda, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan serta Dr. Maulana perwakilan Unkhair itu memang mendapat sorotan dari masyarakat. Pasalnya, rombongan pergi di saat ada kunjungan Wapres RI yang jauh lebih penting.
Nurdin juga menyoroti Wali Kota saat memberikan kuliah umum di Belanda. Ia menuturkan, kegiatan seperti itu sebaiknya dilakukan melalui virtual ketimbang jauh-jauh ke Belanda dan membuang-buang anggaran. Apalagi dengan peserta kuliah yang hanya 4 sampai 5 orang saja.
“Kuliah umum terus pesertanya cuma 4 sampai 5 orang, kan mendingan virtual aja. Daripada anggaran terbuang habis,” tuturnya.
Menurutnya, hampir 3 tahun memimpin pemerintahan masih banyak pelayanan dasar yang belum bisa diatasi oleh Wali Kota Andalan itu. Sejumlah proyek pun masih banyak yang terbengkalai, temasuk progres dermaga Pulau Hiri di Kelurahan Sulamadaha.
Belum lagi, persoalan air bersih yang sampai sekarang belum memberikan pelayanan yang baik bagi pelanggan.
“Air saja mati-mati terus. Kunker ke luar negeri tapi air di Ternate macet terus tidak ada solusi, belum lagi sampah dan pelayanan dasar lainnya yang masih lambat,” bebernya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.