Secara historis, lanjut Eko, inflasi IHK Kota Ternate pada 5 tahun terakhir selalu mengalami gejolak tekanan harga pada bulan Ramadan dan HBKN Idul Fitri.
“Komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi yaitu, angkutan udara, ikan cakalang, tomat, ikan malalugis, hingga cabai merah. Namun pada tahun 2023, kenaikan harga yang telah terjadi dari akhir tahun 2022 turut dapat menjadi risiko penyumbang inflasi,” terangnya.
Selain itu, isu kenaikan harga beras pada tahun 2023 masih berlanjut. Di Kota Ternate, beras telah menjadi penyumbang top 5 komoditas inflasi terbesar selama 4 bulan terakhir. Penerapan HET beras terbaru oleh pemerintah diperkirakan masih akan memberikan tekanan terhadap peningkatan harga komoditas beras.
“Ke depan, tekanan inflasi IHK Kota Ternate diperkirakan akan kembali meningkat. Hal tersebut dipengaruhi oleh perayaan momen bulan Ramadan dan HBKN Idul Fitri 1444 H yang akan berlangsung pada bulan April 2023. Kondisi ini disinyalir akan meningkatkan permintaan kebutuhan bahan pangan strategis di Maluku Utara, serta risiko penurunan suplai pasokan dari wilayah pemasok yang turut mengalami peningkatan permintaan di wilayahnya,” sambung Eko.
Ia bilang, ada arahan Presiden dan Mendagri dalam upaya pengendalian Inflasi daerah. Ini sesuai arahan Presiden dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda 2023.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.