Secara statistik, orang yang selalu melakukan puasa sunah Senin dan Kamis justru sedikit mendapat kendala kesehatan saat menjalankan ibadah puasa dibandingkan mereka yang jarang puasa di tiap tahunnya. Hal itu karena tubuh mereka telah terbiasa dalam kondisi puasa di tiap minggunya.

  • Kontrol kesehatan (medical check up)

Hal ini berguna untuk mengetahui kondisi kini tubuh sebelum memasuki bulan puasa. Kontrol kesehatan paling baik melibatkan dokter, tenaga medis lainnya, serta pemeriksaan penunjang. Tentu sarannya harus ke rumah sakit atau minimal klinik kesehatan yang memilki alat penunjang kesehatan seperti laboratorium dan lainnya.

Dokter akan memeriksa fisik dan mengecek apakah ada kelainan fisik ataukah ada keluhan dari pasien tentang apa yang dirasakan saat ini. Dokter akan menyimpulkan bahwa anda dalam kondisi sehat atau sakit, dan layak atau tidak layak untuk menjalani puasa. Pada ibu hamil disarankan untuk mengecek kondisi kesehatan ibu dan bayi kepada dokter spesialis kehamilan dan kandungan (Obstetri-ginekologi) meminta pendapat kelayakan beribadah puasa dengan kondisi tersebut.

  • Olahraga dan diet

Olahraga adalah gerak fisik di luar aktivitas sosial yang terdiri atas pengaturan gerak sistematis berupa peregangan otot (stretching) atau menambah kemampuan elastisitas otot, pemanasan otot (warming up), pergerakan otot lambat (maintenance) dan cepat (aerobik), dan pendinginan otot (cooling down), olahraga rutin dengan tipe maintenance serta berwaktu rendah 30 menit sebanyak 2 sesi cukup membuat tubuh kuat dan segar dalam menghadapi puasa.

Olahraga berat tipe aerobik sangat tidak disarankan, terutama pada lanjut usia. Diet berarti pengaturan pola makan. Diet yang baik jelang Ramadan adalah dengan mengonsumsi banyak buah dan tinggi protein, contohnya pisang, biji-bijian, ikan, dan cokelat. Makanan-makan tersebut tinggi Asam Amino Triptofan dan Vitamin B6. Vitamin ini mampu mengubah Asam Amino Triptofan menjadi hormon serotonin yang baik bagi emosional dan kesehatan mental, agar terhindar dari gangguan mood seperti depresi dan potensi gangguan mental lainnya. Salah satu pemicu hilangnya minat dan semangat berpuasa adalah defisiensi komponen zat di atas.

Demikian tips yang dapat saya bagikan. Nantikan pembahasan masalah solusi kesehatan di bulan Ramadan dalam tulisan saya selanjutnya. Terima kasih. (*)