“Dan memang yang dibutuhkan itu salah satunya prasarana alat untuk menunjang pekerjaan mereka agar semakin lancar dan tidak terhentikan,” ujarnya.
“Sementara ini desa mengupayakan alat seadanya yang bisa dijangkau, dan produk yang diproduksi ini masih berdasarkan pesanan, jadi dalam bulan ini berkisar 50 paket yang berhasil dijual. Meskipun belum mendapatkan pasar yang tepat tetapi ibu-ibu UMKM sudah mulai menawarkan produk-produknya ke Indomaret, dan sudah berkomunikasi ke Perizinan. Apabila kita sudah memiliki legalitas yang jelas maka pasarannya semakin luas,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.