Lalu, anggaran program keselamatan penerbangan sebesar Rp 850,91 miliar, anggaran pengembangan 18 bandara perbatasan, terisolir dan rawan bencana sebesar Rp 730,19 miliar. Serta anggaran program konektivitas dan jembatan udara sebesar Rp 500,15 miliar.

Selain itu, Ditjen Perhubungan Udara mengalokasikan anggaran sebesar Rp 27,7 miliar untuk program padat karya. Hal ini sebagai bagian dari pemulihan ekonomi nasional.

“Selama tahun 2023, terdapat 19 proyek prioritas yang direncanakan untuk dapat diresmikan bapak presiden pada kegiatan pembangunan bandar udara baru maupun bandar udara eksisting, penyelesaian terminal,” tandas Kristi.

Di sisi lain, Pemprov Maluku Utara telah menggadang-gadangkan tahun ini ada gelontoran anggaran dari Kemenhub untuk pembangunan Bandara Loleo di Kota Tidore Kepulauan. Bandara ini disebut akan menjadi bandara terbesar di Indonesia timur.