“Kalau mengenai tadi masyarakat belum merasakan ini mungkin belajar dari investasi tempat lain, Pak. Kita lihat mestinya dari sisi bagaimana social impact-nya dan mungkin anggaran dari APBD atau APBN untuk membangun terutama masyarakat sekitarnya, sehingga mereka tidak merasa terisolasi atau tidak mendapatkan manfaatnya,” kata sri Mulyani.
Sebelumnya, Gubernur Maluku Utara menyebut pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut tidak berpengaruh langsung kepada masyarakat sekitar.
“Ibu Menteri, menjadi viral Maluku Utara itu 27% pertumbuhan ekonomi. Katanya kita hati-hati hati-hati. Saya berpikir, kalau kita hati-hati akan sulit menjaga pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi tinggi ini, sebenarnya masyarakat tidak menikmati apa-apa,” ujarnya.
Sebelumnya, narasi pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 27% disampaikan oleh Presiden Jokowi. Menurut Jokowi, pertumbuhan itu tidak terjadi di negara manapun.
“Contoh di Maluku Utara dengan Weda Bay, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara sampai angka 27%. Nggak ada di dunia bisa provinsi tumbuh 27%,” katanya dalam acara Nusantara Bersatu, dikutip dari laman YouTube 2045TV, Sabtu (26/11).




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.