Asghar bilang, agak mustahil tunggakan pembayaran tunjangan disebabkan RSUD CB mengalami kerugian. Pasalnya tiap tahun pengelolaan keuangan RSUD diaudit.
“Mestinya sumber masalah penunggakan mudah ditelusuri. Apalagi ada BPJS-nya yang sistem pembayarannya mudah diakses serta transparan,” tuturnya.
Asghar mencium aroma ketidakberesan dalam pengelolaan rumah sakit. Apalagi pemda juga ikut-ikutan lepas tangan.
“Nakes butuh pembayaran karena itu hak mereka, ada keluarga mereka di rumah yang butuh makan juga,” tukasnya.
“Ini jadi sebuah anomali yang menyesakkan karena selama ini kita dikenal sebagai provinsi paling bahagia. Pertumbuhan ekonomi kita juga tertinggi di dunia sekitar 27 persen tapi mengapa hak para nakes tak dibayar? Honor para guru juga berbulan-bulan ditunggak. Sementara pejabat dan anggota DPRD bebas pelesiran. Kita seperti jadi anak tiri di daerah sendiri yang punya SDA sangat kaya,” tandas Asghar.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.