“Sebab debunya mengganggu kesehatan kami. So 6 bulan ini, aspal kan ada di bawah, dong tutup tapi kase biar deng banyak batu kerikil,” ungkap Nurdin, Selasa (13/12).

Akibat dari dampak debu, kata dia, membuat anaknya sempat masuk rumah sakit.

“Kita punya anak kecil baru keluar dari rumah sakit karena dampak abu jalan ini,” akunya.

Tak hanya itu, dia juga mempersoalkan truk perusahaan membawa material yang melintas sangat laju sehingga debu naik menyelimuti rumah.

“Kalau oto kecil yang mangarti, tapi oto perusahaan yang besar-besar bawa material baru laju-laju, jadi lebih baik tong bikin bagini tong protes saja,” tandasnya.