“Kami mengajak orang-orang khususnya orang Tidore untuk jangan malu menggunakan bahasa Tidore serta mengajak kepada masyarakat agar mari sama-sama kita lebih mengenal budaya dan sejarah karena hal tersebut bagian dari identitas diri kita,” tegasnya.

Sementara itu, anggota LMND Patra Alam menekankan kepada Dinas Perpustakaan Daerah Kota Tidore agar turut memperhatikan gerakan anak muda menumbuhkan minat baca.

“Di awal kita hadirkan lapak ini banyak pengunjung membaca. Tapi, itu dari luar masyarakat Tidore dan banyak ibu-ibu baca dan bapak bahkan orang lanjut usia. Dengan demikian kami berharap dinas terkait turut support, seperti memberikan buku sejarah Tidore agar kita bisa pajang sebab selama ini buku sejarah banyak diminati,” akunya.

“Di lokasi stand yang kami dirikan juga kami pajang kalimat-kalimat ajakan dari raja-raja Tidore biar itu dibaca dan menjadi pengingat bagi kita semua terutama bagi anak muda di Tidore,” tandas Patra.