Sebelumnya, ia dan anaknya salat Subuh di masjid setempat. Ayahnya masih di rumah dan sedang tidur. Sekembalinya dari subuhan, dari luar rumah ia melihat asap dan api sudah berkobar.
“Saya pulang singgah beli nasi kuning, abis itu balik di rumah ternyata dari luar saya lihat asap, baru api so menyala di dalam,” tuturnya.
Nuryani langsung memanggil warga untuk memadamkan api serta mengevakuasi keponakan dan ayahnya.
Melihat sebagian perabotan rumah tangga terbakar, Nuryani mengaku panik dan gagal menyelamatkan dokumen-dokumen penting.
“Tong belum tahu dia pe penyebab dari mana. Saya pe rumah cuma itu, so tarada tempat tinggal. Ini saya ada urus di Polres untuk sertifikat rumah dan anak-anak pe akta kelahiran supaya bisa dibikin ulang,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.