Halmahera Tengah yang semula menjadi satu kesatuan dengan Kota Tidore dan Kabupaten Halmahera Timur, kini bisa berdiri tegak menjadi satu daerah otonom dengan wilayah Weda, Patani dan Pulau Gebe dengan ibu kota Weda.

“Ini semua adalah buah daripada doa dan perjuangan itu. Peringatan Hari Ulang Tahun Daerah yang kita laksanakan setiap bulan Oktober ini harus dimanfaatkan sebagai salah satu momentum untuk merefleksikan kembali kesadaran kolektif kita sebagai anak bangsa Fagogoru tentang setiap langkah dan aktivitas kita dalam pembangunan daerah yang kita cintai ini,” ungkap Bupati yang kerap disapa Elang ini.

Elang bilang, refleksi dan perenungan ini harus dilakukan agar kesadaran sejarah tetap terpelihara dan tertanam dalam lubuk sanubari seluruh generasi di negeri ini.

“Bahwa daerah yang kita cintai ini dibentuk dengan sebuah cita-cita perjuangan yang mulia yaitu untuk mengangkat harkat dan martabat anak negeri Fagogoru yang mendiami kawasan dari ujung Kluting Jaya, semenanjung Sakam hingga Pulau Yoi,” ujarnya.

“Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa sejak kami terpilih dan dilantik sebagai kepala daerah pada tanggal 23 Desember 2017, negeri ini diperhadapkan dengan problem pembangunan yang luar biasa kompleksnya. Kesenjangan infrastruktur antarkawasan akibat konektivitas yang buruk, pelayanan kebutuhan dasar masyarakat yang masih jauh dari standar kelayakan, kondisi perekonomian masyarakat yang tidak baik, hingga kesenjangan dan friksi sosial akibat polarisasi politik adalah beberapa fakta dan fenomena yang terjadi dalam lingkungan strategis daerah ini,” jabar Elang.