Tahun depan pemdes akan menggelontorkan DD untuk kegiatan pemberdayaan di sektor pertanian dan perikanan budidaya ikan nila.
Ini nantinya akan dikembangkan menjadi destinasi wisata baru yakni agrowisata dengan memberikan bibit ikan nila kepada 30 petani ikan dan pemberian bibit hortikultura untuk menanam dengan metode tumpang sari, sehingga ada nilai jual untuk wisata.
“Jarakore dikenal sebagai desa yang memiliki potensi lahan tambak yang luasnya berkisar 10 hektare, dengan total 62 tambak yang masih aktif digunakan,” tuturnya.
“Dulu dengan lahan tambak ini Desa Jarakore juga sukses sebagai pemasok sayur ke Kota Ternate. Olehnya itu kami berkeinginan untuk mengembalikan Desa Jarakore sebagai pemasok sayur, selain itu juga tetap konsisten dengan pengembangan agrowisata,” sambung Rafik.
Sementara Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat TEKAD Nofdi Usman menambahkan, sejalan dengan itu fasilitator TEKAD akan bersama-sama dengan pemdes mendampingi masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.