“Melalui kegiatan FKY inilah kemudian memantik pergerakan Rumah Budaya Juanga Culture ke depan untuk bersinergi membangun ekosistem pergerakan orang Maluku Utara di mata dunia terutama untuk masyarakat yang ada di Yogyakarta,” ungkapnya.
“Semoga ini mendapatkan respon positif dari pemerintah kabupaten/kota yang ada di Maluku Utara,” sambung Sadam.
Safril yang juga pegiat Juanga Culture menyampaikan FKY ini juga banyak peminat dari berbagai pelaku kuliner Yogyakarta. Dari luar daerah yang ikut terlibat, dari 600 pendaftar hanya diambil 25.
“Juanga Culture juga masuk dalam daftar Pasar FKY tahun 2022. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dimulai dari tanggal 22 – 25 September 2022 di taman kuliner Condong Catur Yogyakarta,’’ terangnya.
“Kami menjual beberapa khas kuliner Maluku Utara seperti kopi dabe, susu rempah, teh rempah Gurabunga, air guraka, dan makanan lopis, serta berbagai rempah-rempah cengkeh, pala, kayu manis yang promosikan di stand Juanga Culture,’’ pungkas Safril.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.