Hal serupa tidak terlepas dari proses panjang perjuangan bangsa merebut kemerdekaan tentunya tidak luput dari peran para tenaga kesehatan, baik di medan perang maupun di posko-posko kesehatan darurat dalam membantu memberikan penanganan medis bagi para pejuang.

Kala itu, dr. Soetomo bahkan mendirikan organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 atas ide dan dorongan dr. Wahidin Sudirohusodo di mana organisasi ini tidak hanya bergerak dalam implementasi medis tetapi juga dalam membangun semangat pendidikan, budaya dan industri, serta terlibat dalam proses persiapan kemerdekaan.

Tak hanya itu, salah satu dokter lulusan Belanda, yaitu dr. Radjiman Wedyodiningrat tercatat dalam sejarah pernah menjabat sebagai Ketua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Setelah Indonesia merdeka, peran dokter dan tenaga kesehatan tetap menjadi garda terdepan dalam mengentaskan masalah-masalah kesehatan hingga wabah yang terjadi di tanah air. Belum kering dari ingatan kita kondisi pandemi Covid-19 yang menghantam berbagai belahan dunia termasuk negeri tercinta, ratusan tenaga kesehatan gugur dalam tugasnya menangani pasien Covid-19.

Di situasi saat itu, nampaknya para tenaga medis, mereka yang berjuang di balik panasnya armor PAD dan bersenjata lengkap medis adalah pahlawan sesungguhnya yang terus berjuang demi keselamatan bangsa dari pandemi Covid-19 khususnya keselamatan pandemi Covid-19 di Kabupaten Pulau Morotai.