Tandaseru — Wali Kota Malang, Jawa Timur, Sutiaji, membahas pemulihan ekonomi dalam pertemuan bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Kamis (9/6).

Pertemuan tersebut merupakan rangkaian rapat kerja dan lokakarya APEKSI Komisariat Wilayah VI.

Sutiaji memaparkan, hampir setiap perkotaan di Indonesia menghadapi persoalan sampah. Di Kota Malang sendiri dalam sehari produksi sampah mencapai 600-700 ton.

“Perlahan tapi pasti kami mampu menguranginya dari tahun 2018 sekitar 18 persen hingga sekarang pengurangan sampai 24 persen, sehingga mendapatkan penghargaan,” tuturnya.

“Caranya bagaimana kita bisa mengubah (pola pikir) masyarakat bahwa sampah juga bisa berharga, misalnya paham dari hulu hilir soal pemilahan sampah organik dan non-organik,” sambung Sutiaji.

Setelah ada perubahan pola pikir, selanjutnya didirikanlah bank sampah. Bank ini membantu perputaran ekonomi masyarakat, mulai dari membayar tagihan listrik hingga BPJS.