Tandaseru — Komisi III DPRD Halmahera Utara, Maluku Utara, memanggil pengelola RSUD Tobelo untuk rapat dengar pendapat. Pasalnya, DPRD menerima keluhan warga terkait minimnya tenaga dokter spesialis.

“Baru-baru ini kami dapat keluhan dari masyarakat terkait dengan pelayanan kesehatan, di mana warga itu telah melakukan pengobatan sejak tahun 2019 atas penyakitnya dan dirujuk ke Ternate. Kemudian pada tahun 2022 kembali berobat dan dirujuk ke rumah sakit Ternate lagi dengan alasan tidak adanya dokter ahli,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Halut Sahril Hi Rauf, Rabu (25/5).

Dalam RDP itu dibahas kendala dan persoalan lainnya yang menjadi penyebab belum adanya SDM tenaga ahli yang tersedia di RSUD Tobelo.

Direktur RSUD Tobelo dr. Janta Bony ketika dikonfirmasi terpisah mengatakan, upaya perekrutan dan pencarian tenaga ahli kesehatan dengan spesifikasi dokter sudah dilaksanakan. Baik melalui medsos dan pemberitaan.

Hanya saja, kendalanya ada pada fasilitas dan tunjangan lainnya yang belum dimatangkan dengan standarisasi penganggaran.

“Sudah kami jelaskan bahwa saat ini kami masih kekurangan 8 dokter ahli, dan pencariannya sudah dilakukan. Namun, masalah fasilitas juga menjadi persoalan. Sebab, fasilitas tempat tinggal dan kendaraan juga harus disediakan agar bisa memenuhi kekurangan dokter di RSUD,” terangnya.