“Kepentingan DLH sangat tinggi dengan lahirnya komunitas Eco Enzyme Maluku Utara ini. Dengan adanya komunitas ini, maka upaya DLH dalam mengurangi sampah organik yang dihasilkan dari rumah tangga di Kota Ternate bisa terjawab. Saat ini produksi sampah organik sudah mencapai 80 persen dari total jumlah sampah yang dihasilkan di Kota Ternate 100 ton/hari. Jadi ada 80 ton sampah organik yang semuanya dibuang ke TPA Takome. Saya yakin dengan hadirnya komunitas Eco Enzyme, reduksi sampah oganik bisa kita kurangi sejak dari sumbernya,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (7/2).
Syarif menambahkan, untuk mendukung program prioritas Wali Kota Ternate tentang masalah sampah, maka tahap awal komunitas Eco Enzyme akan diajak memproduksi eco enzyme secara komunal dalam menangani sampah organik Pasar Higienis.
“Iya, kita akan siapkan lahan di sekitar Pasar Higienis dan juga di semua pasar yang ada di Kota Ternate untuk dipasang instalasi pembuatan cairan eco enzyme sebagai salah satu inovasi dalam mengurangi sampah pasar terutama sisa sayuran dan kulit buah-buahan. Intinya DLH dukung penuh atas lahirnya komunitas Eco Enzyme Maluku Utara,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.