Oleh: Alva Martoms Rorano
Wakil Ketua Bidang Pemuda Gereja Jemaat Jou N’Gali It Buli Asal-Wayafli
______
HARI perayaan Natal Yesus Kristus merupakan hari di mana seluruh umat Kristiani merayakan kedatangan Sang Juru Selamat. Momentum perayaan ini dilaksanakan pada setiap bulan Desember dengan penuh sukacita, kekeluargaan, kebersamaan dan kegembiraan sebagai bentuk ekspresi mengenang peristiwa besar tentang kelahiran Yesus Kristus sebagaimana tertulis dalam Alkitab. Peristiwa tentang kelahiran Yesus Kristus yang telah tergenapi, jauh sebelumnya sudah diramalkan dan disampaikan oleh para Nabi seperti yang tercatat dalam Kitab Yesaya 7:14 (Perjanjian Lama) “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”.
Peristiwa Natal memiliki makna bahwa Allah sungguh mengasihi umat-Nya. Ia datang dalam wujud manusia dan mau bersolider dengan kehidupan manusia. Oleh karena itu patut kita mensyukuri akan anugerah dan karya-karya Tuhan dalam kehidupan manusia yang tidak terlepas dari problematika hidup.
Natal di tahun ini merupakan kali kedua kita rayakan dalam suasana pandemi Covid-19, meskipun kondisinya sedikit lebih baik dari sebelumnya tetap saja ada perubahan yang kita rasakan. Paling tidak, pandemi Covid-19 telah mengubah secara cepat pola persekutuan beribadah jemaat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Pemandangan yang tidak biasa dapat kita lihat dari yang sebelumnya persekutuan beribadah dalam jumlah jemaat yang besar, berubah menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari beberapa anggota keluarga saja, beribadah harus menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah ibadah, tidak diperkenaankan berjabat tangan seusai ibadah. Tidak sedikit juga kegiatan-kegiatan ibadah dilakukan secara online. Selain dampak tersebut yang dirasakan, aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial menjadi tidak terhindarkan dari keganasan wabah tersebut.
Memaknai perayaan Natal Kristus baik dalam kehidupan berjemaat secara khusus maupun kehidupan berbangsa pada umumnya, setiap tahun kita selalu diingatkan melalui pesan Natal oleh Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Tema Natal bersama di tahun ini adalah: “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan” yang dikutip dari Firman Tuhan di dalam “1 Petrus 1:22”.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.