Suparno biasanya membeli pasir dari penambang lain. Pasir itu lantas diayak manual sebelum dijual. I truk pasir kasar dibelinya seharga Rp 650 ribu.

Setelah diayak, pasir halus dijual sekarung 25 kg Rp 20 ribu. Sedangkan kerikil dijual Rp 15 ribu per kg.

Satu dam pasir bisa ditapis menjadi 120 karung. Suparno bilang, tiap hari ada saja yang membeli pasir.

“Kalau satu dam biasanya dalam 1 minggu sudah habis, dan kita bakal beli lagi,” ujarnya.

Penjualan pasir di Ternate, kata Suparno, terbilang menguntungkan. Pasir yang dibelinya seharga Rp 650 ribu setelah diayak dan dipisahkan bisa dijual hingga Rp 1 juta.

“Kita ayak pasir biasanya dari pagi sampai sore. Kalau belum selesai, besoknya lanjut lagi. Karena pasir harus dipisahkan yang halus dan kerikil, lalu dimasukkan ke karung untuk dijual,” tandas Suparno.