Sebelum muncul tawaran jadi PNS, sambungnya, ia pernah menjajal jadi honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang selama setahun.

“Meski tolak jadi PNS tapi saya juga merasa senang pernah honorer,” ujar Hengky.

Ia menegaskan, tawaran jadi PNS ditolaknya lantaran saat itu ada tawaran berkarier di PSS Pekanbaru.

“Makanya saya lari tinggalkan tawaran jadi PNS itu karena dikontrak oleh PSS Pekanbaru,” terangnya.

Keputusannya itu tak pernah disesalinya. Pasalnya, hingga kini perjalanan kariernya di dunia sepak bola terbilang gemilang.

“Saya bilang tidak (mau jadi PNS), dan fokus saja dengan sepak bola. Alhamdulillah saya juga tidak menyesal sampai saat ini. Rezeki ada di mana saja dan disyukuri,” ujar mantan pelatih kiper Persipura Jayapura U-21 itu.

Sejak gantung sepatu usai membela Arema Malang, Hengky kemudian beralih profesi menjadi seorang pelatih kiper. Karier ini tampaknya cocok buatnya. Hengky tercatat pernah melatih kiper di Persiter, Persebaya Surabaya, PSKT Tomohon, Persipura U-21, Persis Solo, Persihalsel, Pra PON Maluku Utara, dan hingga saat ini masih menjadi kepala pelatih kiper di Persedikab Kediri.