Dia beralasan, timbunan yang tergerus air itu disebabkan pihak ketiga tidak melaksanakan pekerjaan sesuai arahan. Akibatnya, lubang pada bagian abutment yang seharusnya ditutupi beton hanya ditutupi material batu dan tanah sehingga air dengan mudah membawa keluar seluruh pasir yang baru ditimbun pada salah satu sisi oprit jembatan.
“Sebenarnya itu arahannya beton dulu, tutup bagian abutment yang masih berlubang baru ditimbun seperti oprit yang di sebelahnya. Jadi karena yang sebelahnya hanya ditutup dengan timbunan batu makanya begitu hujan air langsung bawa timbunan kasih hanyut,” ungkap kepala seksi yang baru dilantik beberapa hari kemarin itu.
Ia berjanji, pekerjaan timbunan di jembatan tersebut baru akan dilanjutkan esok hari dengan pengawasan ketat. PUPR juga menargetkan tuntaskan pekerjaan tersebut dalam tempo 3 hari.
“Besok sudah dilanjutkan pekerjaannya, nanti kita juga akan pantau langsung di lokasi,” tandasnya.
Amatan tandaseru.com, pada Sabtu (4/9) sore oprit jembatan yang sehari sebelumnya sudah terisi material tanah hilang terbawa air hujan. Bahkan longsoran tanah pada oprit jembatan semakin membesar.
Di samping itu, pada beberapa bagian jembatan terpantau mengalami kemiringan ke arah selatan dengan bekas patahan mulai tampak di bagian oprit jembatan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.