Tandaseru — Penurunan angka stunting di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, menjadi fokus dan target utama pemerintah di tahun 2022 mendatang.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tidore Kepulauan, Abdul Rasyid Abdul Latif.
Abdul Rasyid mengaku stunting di Kota Tidore Kepulauan mengalami penurunan di tahun 2021 ini. Di tahun 2020, angka stunting di Kota Tidore Kepulauan masih di kisaran 8 persen, sedangkan di tahun 2021 mengalami penurunan 3,2 persen.
“Mengalami penurunan yang cukup signifikan di tahun 2021 ini,” ujarnya, Kamis (2/9).
Menurutnya, angka stunting di Kota Tidore Kepulauan jauh di bawah target nasional yakni 24,90 persen.
“Jadi target secara nasional itu sampai 2024 harus mencapai angka 14 persen. Meski Kota Tidore Kepulauan jauh di bawah target nasional, bukan berarti penanganan tidak dilakukan. Tetap menjadi fokus utama tahun 2022 sampai 2024 nanti,” tegasnya.
Sesuai arahan Presiden tahun 2022, sambung Abdul Rasyid, seluruh pemerintah daerah harus bersama-sama mempercepat penurunan angka stunting. Untuk itu, fokus penurunan angka stunting sendiri, Pemerintah Tikep di tahun 2022 bakal lebih fokus di dataran Oba.
Ia menambahkan, penurunan angka stunting butuh kolaborasi semua OPD untuk percepatan penurunan angka stunting.
Terpisah, Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim menjelaskan bahwa dalam visi dan misinya bersama dengan Wakil Wali Kota salah satunya adalah penurunan stunting.
“Ini sudah menjadi fokus kami di visi dan misi,” ujarnya.
Wali Kota dua periode itu menegaskan, di tahun 2022 fokus utama pemerintah salah satunya penurunan stunting. Karena itu dukungan anggaran untuk percepatan penurunan stunting wajib digelontorkan.
“Sesuai arahan Presiden, saya tegaskan kepada seluruh kepala OPD wajib hukumnya berkolaborasi untuk sama-sama menurunkan angka stunting ini. Stunting ini bukan hanya tanggung jawab Dinkes dan BKKBN saja, harus keterlibatan semua OPD,” tegasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.