Tandaseru — Tunggakan tambahan penghasilan (tamsil) 700 guru non sertifikasi di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, tinggal menunggu proses pencairan ke rekening para guru.

Saat ini, anggaran yang telah ditransfer Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke kas daerah sebesar Rp 830 juta tinggal diproses pihak bank ke rekening para guru.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tikep, Mansyur saat dikonfirmasi mengatakan tunggakan tamsil sudah diproses.

“Sudah diproses, tinggal dari bank yang menyalurkan ke rekening para guru penerima saja,” ujar Mansyur saat dikonfirmasi Jumat (13/8).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin Umasangadji juga mengakui tunggakan tamsil saat ini tidak lagi bermasalah.

“Tinggal menunggu proses pencairan saja ke rekening para guru,” ungkapnya.

Zainuddin menjelaskan, tunggakan yang dibayarkan diantaranya tunggakan dua bulan di tahun 2020 yakni November dan Desember, dua bulan di triwulan I tahun 2021 serta tiga bulan di triwulan II.

“Jadi total pembayaran 7 bulan sesuai dengan dana yang masuk ke kas daerah,” tegasnya.

“Jadi semua tunggakan sudah tuntas, sekarang tinggal triwulan III saja di tahun 2021 ini,” tambah Zainuddin.

Zainuddin memastikan tunggakan tersebut akan segera terbayar dalam waktu dekat.

“Proses pencairan sekarang tinggal dari pihak bank yang menyalurkan ke rekening para guru saja. Tentu paling lambat satu dua hari ke depan ini sudah dicairkan,” pungkasnya.