Ia bilang, hal yang dianggap kamuflase berlebihan justru menuai keraguan atas integritas penyelenggara, dalam hal ini Bawaslu. Sebab sesuatu yang sederhana tapi dibesar-besarkan seakan-akan bahwa kelompok yang satu akan melakukan kecurangan dan kelompok yang lain dizalimi.
“Dan andai kata betul jiwa pemilih atau DPT dengan menggunakan KTP meningkat maka itulah yang mendesak bagi Bawaslu untuk menyelidiki, bukan hanya sekadar menciptakan opini dengan alasan membentuk tim khusus. Dugaan saya, akan ada sesuatu yang membahayakan demokrasi. Jangan sampai PSU di Halut itu hanya sebuah kecurangan yang dikawal ketat seperti yang sudah pernah terjadi,” ujarnya.
“PSU di Halut itu bisa berjalan dengan baik apabila semua pihak benar-benar netral dan percaya kepada pihak kepolisian akan benar-benar netral dan tidak berpihak. Kalau kepolisian tegas maka KPU dan Bawaslu tidak akan mungkin bisa bermain-main. Harapan kita terakhir hanyalah kepada aparat kepolisian saja. Jika mereka tidak netral maka pupus sudah penegakan demokrasi yang bermartabat,” tandas Konoras.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.