Setelah beberapa menit kemudian, salah satu dokter mengarahkan agar pasien dibawa ke UGD. Namun kondisi yang sama ditemui di sana: tak ada tenaga medis yang bisa melayani.

“Di UGD tidak ada orang lagi. Kita balik sudah,” ucap Adi.

Para tenaga medis yang enggan namanya dipublikasikan menyebutkan, hak-hak mereka yang masih tertunggak di antaranya gaji bulan Maret, jasa medis Covid-19 periode Maret-Desember 2020 dan jasa BPJS periode Juli 2020-Maret 2021.

“Jadi mogok dulu sampai ini dibayarkan,” tutur mereka.

Bagian Administrasi Ruang UGD RSUD Morotai hanya dijaga satu ASN saat aksi mogok kerja. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

Direktur RSUD Morotai, dr. Novindra Humbas saat dikonfirmasi mengatakan, gaji dan jasa medis tersebut bakal dibayar pekan depan.

“Jadi untuk hari ini tanggal 2 April 2021 pelayanan di rumah sakit tetap berjalan seperti biasa tapi memang ada beberapa TKD yang belum masuk kerja. Jadi bagian poli umum/rawat jalan itu tidak melakukan pelayanan,” kata Novindra.

Novindra mengaku, para TKD melakukan tuntutan agar gaji dan jasa medis mereka segera dibbayarkan.

“Gaji sementara ini Januari-Februari sudah dibayarkan kemarin dan tadi malam sudah direalisasikan ke bank dan sudah ditransfer ke rekening mereka masing masing. Untuk yang bulan Maret nanti kita lakukan permintaan di minggu depan hari Senin, juga jasa medis,” tandasnya.