Tandaseru — Memperingati Hari Malaria Sedunia yang akan jatuh pada 25 April mendatang, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara dan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Malut melakukan seleksi mikroskopis malaria tingkat provinsi, Minggu (28/3).
Mereka yang lolos seleksi tersebut akan mewakili Malut di pentas nasional.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Malut, dr. Rosita Alkatiri yang diwawancarai di sela-sela seleksi menuturkan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Patelki dan Dinkes.
“Setiap tahunnya kami akan mengirimkan kandidat yang mewakili Provinsi Malut untuk bertanding di tingkat nasional. Tahun kemarin tidak dilakukan karena bertepatan dengan kasus pertama Covid-19 masuk ke Malut,” tuturnya.
Para peserta seleksi, kata Rosita, merupakan perwakilan tenaga analis yang bertugas di rumah sakit dan puskesmas seluruh kabupaten/kota di Malut, minus Halmahera Utara.
“Saat ini masih dalam tahap seleksi mikrokopis malaria. Jadi juara yang keluar bakal mewakili Maluku Utara untuk ajang tingkat nasional,” jelasnya.
“Untuk peserta sendiri dipilih dengan sangat selektif,” imbuh Rosita.
Ia menambahkan, tim penguji terdiri atas perwakilan Patelki yakni Rini Amra dan perwakilan Dinkes Malut Ririn Munjiawati.
“Kami berharap pemerintah daerah lebih peduli lagi terhadap kegiatan seperti ini, terutama teman-teman yang bertugas di faskes. Mereka membutuhkan apresiasi. Dan ajang seperti ini jangan berhenti sampai di sini saja,” tandas.
Sementara Ketua DPW Patelki Malut, Rusdi Husen menuturkan, dalam proses seleksi ini ada beberapa tahapan yang harus dilalui para peserta.
“Ini langkah pemerintah untuk berkolaborasi dengan Patelki dalam upaya pencegahan dan pengendalian malaria di Malut,” jelasnya.
Menurutnya, Patelki juga memiliki visi dalam proses pengendalian dan pencegahan penyakit malaria.
“Karena Patelki merupakan profesi yang bekerja di bidang laboratorium medik dalam melakukan identifikasi parasit malaria dalam upaya diagnosis dokter dalam pencegahan dan pengobatan terhadap pasien,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.