Tandaseru — Persoalan stunting masih menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah. Pasalnya, persentase angka stunting masih terus meningkat hingga saat ini.
Untuk itu, pemerintah tengah mengupayakan menurunkan prevalensi angka stunting atau anak kurang gizi itu.
Hal ini disampaikan Sekretaris Utama (Sestama) Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Taviv Agus Riyanto saat diwawancarai usai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim di Kantor Wali Kota, Selasa (16/2).
“Salah satu kunjungan di Tidore Kepulauan ini salah satu tujuan agar meminta dukungan Pemerintah Daerah Tidore Kepulauan untuk sama-sama punya komitmen bersama untuk mengoptimalkan penanganan stunting,” jelasnya.
Taviv sangat berharap Pemerintah Kota Tikep dapat menyiapkan perangkat, baik SDM maupun kebijakan yang mendukung upaya percepatan penanganan stunting hingga ke tingkat bawah.
Ia bilang, mulai tahun 2021 ini BKKBN telah ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai koordinator lapangan pemberantasan stunting.
“Kemudian juga memiliki hajatan yang berkaitan dengan pendataan keluarga pada bulan April tahun 2021 ini, yang nantinya berdampak pada sinergitas konvergensi baik vertikal maupun horizontal antar tingkatan pemerintahan dan Tidore terpilih menjadi daerah khusus dalam program Bangga Kencana. Maka itu kunjungan ini sekaligus meminta dukungan dan peran pemerintah,” terangnya.
Taviv juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Daerah karena telah menerima kunjungannya.
“Tak lupa mengapresiasi terpilihnya kembali kepemimpinan Capt. Ali Ibrahim menjadi Wali Kota kedua kalinya. Keberhasilan yang kedua kali ini merupakan amanah yang menunjukan bukti kepercayaan masyarakat Kota Tidore Kepulauan kepada Capt. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen masih sangat tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim sangat berterima kasih atas kehadiran Sestama BKKBN tersebut.
“Pemerintah Daerah sekaligus mewakili masyarakat Kota Tidore menyambut baik kedatangan Pak Sestama BKKBN, karena telah memilih Tidore untuk dikunjungi meski situasi daerah masih dalam kondisi pandemi Covid-19,” tutur Ali.
Ali menegaskan sangat mendukung program keluarga berencana dari BKKBN yang nantinya dilaksanakan di Kota Tidore.
“Sehingga sebagai kepala daerah saya siap mendukung program sesuai dengan kewenangan yang diberikan Pemerintah Pusat kepada daerah yang penting targetnya sesuai dan sasarannya terhadap masyarakat yang ada di Kota Tidore,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Tikep, Abdul Rasid Abd Latif juga mengaku sangat mendukung program BKKBN tersebut. Ia mengatakan akan berupaya lebih maksimal lagi dalam penanganan stunting di Kota Tikep.
“Tentu dukungan dari pemerintah terutama dinas yang diberi tugas dalam penanganan stunting ini, kami tetap bersedia semaksimal mungkin,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan stunting di Tikep adalah sebuah tantangan baru bagi DPPKBP3A.
“Meski ini sebuah tantangan bagi kami, tetapi kami akan berkomitmen untuk menyelenggarakan pencegahan stunting ini sebaik mungkin. Sehingga kepercayaan ini tidak menjadi sia-sia,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.