“Banyak kalangan yang merespon positif rencana Kongres Kebudayaan Daerah Maluku Utara dengan menyelenggarakan diskusi. Forum Studi Anak Sastra Maluku Utara (Forsas-MU) dalam waktu dekat juga akan menyelenggarakan diskusi publik soal kebudayaan,” sambung Syarif.
Soal urgen tidaknya pembentukan Dewan Kebudayaan, ia menilai hal itu relatif.
“Kalau bicara penting tidaknya pembentukan Dewan Kebudayaan, atau urgen tidaknya pembantu Dewan Kebudayaan, bagi saya bukan di situ ruang perdebatannya. Bagi saya, Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan sangat jelas mengisyaratkan secara tersirat adanya lembaga kebudayaan sebagai upaya pembinaan kebudayaan dalam kerangka pemajuan kebudayaan,” jabarnya.
“Kalau ada yang berpendapat hadirnya Dewan Kebudayaan hanya sekadar gagah-gagahan, itu juga tidak betul. Dewan Kebudayaan ini milik kita bersama. Dewan Kebudayaan tidak bertujuan membelenggu atau mengintervensi para pelaku seni dan budaya untuk berekspresi. Sama sekali tidak. Atau ada kekhawatiran Dewan Kebudayaan nanti akan mendikte komunitas kebudayaan yang ada, itu juga keliru. Atau bahkan ada yg menganggap Dewan Kebudayaan hadir hanya menambah kuantitas komunitas seni dan budaya, sama sekali salah. Saya tegaskan, Dewan Kebudayaan hadir tidak bertujuan mengintervensi apalagi mendikte komunitas seni dan budaya di Maluku Utara yang sudah ada. Dewan Kebudayaan hadir selain menjalankan fungsi etis kebudayaan juga memaksimalkan tugas perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan,” papar Syarif.
Ia menambahkan, Dewan Kebudayaan ini diperjuangkan tidak sekadar memenuhi anjuran UU Pemajuan Kebudayaan semata, tapi lebih pada kondisi dan hasil kajian-kajian yang termuat dalam pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Intinya, komunitas dan lembaga Kebudayaan kurang mendapat perhatian, dukungan dan keberpihakan baik itu dalam bentuk regulasi maupun political will.
“Jadi kepada sebagian kecil kawan-kawan yang menolak, saya ajak marilah kita bersama-sama urun rembuk gagasan dan ide soal pembentukan Dewan Kebudayaan. Hajatan besar kebudayaan ini jangan kita sia-siakan hanya karena ketidaktahuan dan sempitnya pemahaman soal Dewan Kebudayaan,” tandas Syarif.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.