Tandaseru — Nelayan Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menemukan ribuan buah kelapa terdampar di pesisir Pulau Galo-galo dan Pulau Pelo. Buah kelapa tua ini diduga milik warga Kabupaten Halmahera Utara atau Morotai yang tersapu banjir pekan lalu.
Informasi yang dihimpun tandaseru.com, kelapa itu mulai terdampar sejak Senin (25/1) sore hingga Selasa (26/1) dini hari. Warga dua pulau itu pun berbondong-bondong ke pesisir menyaksikan fenomena tersebut.
“Buah kelapa kering ini milik petani kopra yang hilang terbawa banjir,” ungkap Achmad Baligi, Ketua Tagana Malut yang juga salah satu warga Pulau Galo-galo.
Achmad bilang, terdamparnya buah kelapa di pesisir pulau itu disebabkan banjir besar pekan lalu.
“Apakah hasil dari petani Galela atau petani Morotai (kita belum tahu). Karena pada tanggal 15 Januari 2021 banjir di Kecamatan Galela Barat dan pada tanggal 23 Januari 2021 banjir di Kecamatan Morotai Jaya,” terangnya.

Kelapa-kelapa tersebut, kata Achmad, sudah dikumpulkan warga Galo-galo menggunakan perahu. Saat ini hasil panen itu diamankan di tepi pantai.
“Dikumpul oleh Bahrun Mahmud dan Jamdin Sadik menggunakan bodi perahu katinting dan sementara ditampung di tepi pantai Pulau Galo-galo,” ujarnya.
Kedua orang tersebutlah, menurut Achmad, yang pertama kali menemukan buah kelapa itu saat memancing ikan.
“Tapi belum diketahui siapa pemiliknya,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.