Tandaseru — Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Desa Pas Ipa (IPMP), Kecamatan Mangoli Barat angkat bicara soal video goyang seronok biduan dangdut di Pas Ipa yang beredar di media sosial. Insiden itu sendiri diduga berasal dari kampanye pasangan calon kepala daerah Kepulauan Sula, Maluku Utara, Fifian Adeningsi Mus-M. Saleh Marasabessy (FAM-SAH).

Ketua IPMP Faisal Djunaidi menuturkan, awalnya ia dan rekan-rekannya tak percaya jika lokasi dalam video tersebut adalah kampung mereka. Namun setelah ditelusuri, ternyata benar orang-orang yang terlihat dalam video adalah warga Pas Ipa.

“Selanjutnya kami telusuri ini kampanye, acara ulang tahun atau acara apa? Hal ini karena momen politik, jadi khawatir dimanfaatkan oleh tim lawan untuk menjatuhkan citra dari kandidat tertentu,” tuturnya, Senin (9/11).

Faisal bilang, jika acara joget tersebut berlangsung dalam pesta ulang tahun maka tak mungkin kandidat bupati dan wakil bupati pada hadir.

“Dan hasilnya, acara itu adalah kampanye yang dibungkus dengan ulang tahun ataupun sebaliknya ulang tahun yang kemudian dibungkus dengan acara kampanye. Namun apapun alasannya, adegan joget ini tidak pantas dipertontonkan di depan anak-anak di bawah umur,” tegasnya.

Faisal berujar, kalaupun itu adalah acara ulang tahun, sangat disayangkan hal tersebut diselenggarakan sedemikian rupa. Apalagi yang berulang tahun adalah anak kampung sendiri.

“Anda adalah anak kampung, pernah besar di kampung. Kok tega sekali mendatangkan artis dadakan yang sudah dibayar mahal untuk bergoyang yang tidak sepantasnya dilihat oleh adik-adik kami? Cara Anda dalam menghibur orang tua kami kok aneh ya? Oh iya, Anda mungkin sudah punya duit, Anda mungkin berpikir orang tua kami di kampung haus akan hiburan semacam itu. Picik sekali pikiran itu,” kecam Faisal.

Dia juga menyayangkan langkah FAM-SAH yang mengizinkan adanya adegan joget-joget seronok dalam kegiatan tersebut.

“Mereka berdua ini orang terpelajar, bahkan Ibu Fifian mantan Kadis Pendidikan. Kok kelihatan tidak mencerminkan sama sekali sebagai seorang mantan Kadis Pendidikan dengan membiarkan tontonan kampanye bobrok itu depan adik-adik kami. Kuburkan saja visi Anda terkait generasi baru, kuburkan saja rencana Anda untuk memajukan pendidikan di Sula. Jika hal kecil seperti kampanye dengan mempertontonkan adegan seronok Anda biarkan terjadi di hadapan adik-adik kami. Atau ini cara kalian nantinya dalam membahagiakan masyarakat Sula?” sentil Faisal.

Selain menyoroti paslon FAM-SAH, Faisal juga menyayangkan perilaku tim pemenangan FAM-SAH yang ikut bertepuk tangan menyambut pertunjukan biduan dangdut tersebut.

“Kok Anda malah ikut tepuk tangan ketika melihat adegan yang tidak semestinya ditonton oleh adik-adik kami dibiarkan begitu saja di arena kampanye? Kenapa Anda tidak bawa mereka berdua (biduan dangdut, red) untuk goyang seperti itu di hadapan anak-anak Anda saja? Oh Anda memang juga ingin menghancurkan generasi kami ya?” geramnya.

Tak hanya para kandidat dan tim sukses yang mendapat semprotan IPMP. Faisal juga menegur anak muda Desa Pa Ipa yang tidak menegur dan menghentikan aksi joget-joget itu.

“Kenapa kalian diam saja melihat tontonan yang tidak pantas ditonton oleh adik-adik kita? Kok kalian juga ikut-ikutan menari dalam merusak generasi penerus kita? Kenapa kalian tidak tegur mereka jika memang tontonan semacam itu tidak layak dipertontonkan seperti itu?” sesalnya.

Faisal berharap Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bisa melihat apa yang terjadi dan memberi peringatan pihak-pihak yang terlibat agar tidak terjadi hal semacam itu di desa lain.

“Buat KPAI, ternyata yang Anda peringatkan agar jangan libatkan anak-anak dalam kampanye tidak diterapkan. Bahkan lebih parah lagi kampanye sambil mempertontonkan adegan yang tidak layak dilihat oleh anak-anak itu malah terjadi di daerah kami, tepatnya di kampung kami. Semoga kalian bisa melihat secara jeli peristiwa bobrok yang telah terjadi di desa kami,” tandas Faisal.

Sebelumnya, Ketua Panwas Kecamatan Mangoli Barat Nurlina Umakaapa saat dikonfirmasi tandaseru.com, Sabtu (7/11) membenarkan video viral tersebut merupakan kampanye paslon FAM-SAH di Desa Pas Ipa beberapa waktu lalu. Meski begitu, Ketua Tim Pemenangan FAM-SAH Ikhsan Umaternate mengaku tak tahu-menahu soal kampanye tersebut.