Tandaseru — Ketua Koordinator Simpatisan Muda Aliong Mus-Ramli Taliabu (SMART) Muhlis Ramadan meminta seluruh tim pemenangan kedua pasangan calon Pilkada Taliabu untuk mengutamakan etika politik dalam berkampanye. Pasalnya, selama ini ia menilai masih ada tim pemenangan yang gencar melancarkan kampanye hitam.

Menurut Muhlis, maraknya isu kampanye fitnah dan ujaran kebencian hanya akan membuat panik masyarakat dan bingung memilih pemimpin. Sebab kampanye yang dinantikan masyarakat adalah adu program masing-masing paslon agar masyarakat tidak salah menjatuhkan pilihan politik pada momentum Pilkada 9 Desember nanti.

“Di dalam kompetisi yang sangat sengit, dimana pertarungan itu begitu luar biasa untuk memenangkan Pilkada akan selalu ada pihak-pihak atau oknum yang menggunakan cara ilegal tapi dianggap efektif untuk memenangkan Pilkada,” kata Muhlis dalam siaran pers, Senin (2/11).

Ia pun mengajak masing-masing paslon untuk tetap menerapkan politik santun dalam penyampaian ide dan gagasan yang brilian saat berorasi politik.

“Marilah para calon kepala daerah adu program adu konsep adu gagasan untuk kesejahteraan, kemaslahatan masyarakat daerah. Jangan kampanye fitnah, kampanye berujar kebencian, apalagi SARA,” imbuhnya.

Kata dia, salah satu wilayah yang diperkirakan akan menghadapi tensi opini ancaman yang memanas adalah Kecamatan Taliabu Barat Laut. Ini berdasarkan karakter pemilihnya yang cukup emosional.

“Karakter pemilih Pulau Taliabu itu, salah satu karakter pemilih adalah pemilih yang emosional, bahkan perkembangan terakhir juga hampir konflik isu,” ujar Muhlis.

Karena itu, ia meminta para tim suskes dan relawan AMR agar tetap mempertahankan etika politik yang santun.

“Sebab itu adalah cara terbaik untuk memenangkan Aliong Mus-Ramli untuk 2 periode,” tandasnya.