Tandaseru — Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah masih langka di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Kelangkaan ini terutama terjadi di Kecamatan Morotai Selatan.

Warga terpaksa antre berjam-jam untuk bisa membeli minyak di agen minyak tanah, Minggu (1/11). Itupun sebagian warga terpaksa gigit jari lantaran stok minyak keburu habis.

Seperti diketahui, sudah sebulan belakangan minyak tanah sulit ditemukan di Morotai. Kondisi ini dikeluhkan para ibu rumah tangga yang kesulitan memasak. Sebab tak hanya agen, depot eceran pun tak lagi menjual minyak tanah.

“Mulai Oktober ini sudah satu bulan ini kami kesusahan minyak tanah. Kami cari di depot-depot juga sulit. Tapi pas kita dapat ada yang jual 1 liter Rp 10 ribu  sampai Rp 20 ribu. Kami sengsara sekali dengan kebutuhan minyak tanah ini. Kami tidak tahu mau masak pake apa ini,” kata Risna, salah satu warga Desa Tanah Tinggi.

Senada, Murni, warga Desa Gotalamo mengaku sempat menemukan minyak tanah pada salah satu agen. Hanya saja ia harus mengantre panjang sejak pukul 10 pagi. Sialnya, belum sempat gilirannya, stok minyak habis.

Torang mumasa saja bingung, bahkan tong punya ikan dan bahan dapur itu banyak tong buang karena tidak bisa masak sebab minyak tanah kosong dan kompor minyaknya kiring terus,” ungkapnya.

Murni berharap, stok minyak tanah bisa tersedia meski harganya sedikit mahal. Dia bilang, yang penting bisa masak.

“Kami mohon supaya pemerintah atur baebae supaya minyak tanah di Morotai lancar,” tutur Murni.

Sementara Jul, warga Lingkungan Daruba Pantai Desa Daruba menyatakan, kondisi itu membuat warga bingung kemana harus mencari minyak tanah.

Warga di Morotai Selatan antre selama berjam-jam di bawah terik matahari demi mendapatkan minyak tanah. (Tandaseru/Irjan)

“Kalau untuk di Daruba Pantai sendiri memang ada juga yang tidak dapat. Karena minyak tanahnya sudah habis. Padahal tadi so baantrean cuma pas di pertengahan minyak tanah sudah habis jadi mau bikin bagaimana lagi terpaksa langsung balik  ke rumah,” ucapnya.

“Kalo di agen harga minyak masih Rp 5 ribu, tapi yang di pengecer ada yang Rp 7 ribu bahkan Rp 10 ribu per liter. Jadi saya berharap semoga untuk Morotai Selatan stok minyak tanah cepat masuk, karena minyak tanah yang diberikan oleh Perusda itu di wilayah selatan belum ada. Yang ada hanya wilayah Kecamatan Morotai Timur dan Morotai Utara,” harapnya.

Pantauan tandaseru.com, antrean panjang warga untuk membeli minyak tanah sudah terjadi sejak Sabtu (31/10) pagi hingga Minggu. Warga dari berbagai desa memadati agen-agen minyak untuk mendapatkan jatah. Sayangnya, tak semua warga yang sudah mengantre itu bisa kebagian.

Salah satu agen minyak tanah Desa Gotalamo Kecamatan Morotai Selatan Ilham Utje ketika dikonfirmasi tandaseru.com mengatakan, pihaknya sudah berusaha mencari stok minyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Minyak yang saya dapat ini dari Morotai Utara punya jatah. Kebetulan karena mereka (masyarakat, red) cari tara dapat makanya saya minta asal 2 ton dan ternyata dikasih ke saya cuma 1 ton,” kata Ilham.

Menurut Ilham, stok minyak tanah untuk Kecamatan Morotai Utara sebanyak 15 ton, namun hanya 5 ton yang diberikan kepada Morotai Selatan. Itupun Ilham hanya dapat 1 ton.

Ilham Utje, salah satu agen minyak tanah di Morotai. (Tandaseru/Irjan)

“Dan ini sudah satu bulan ini baru dapat. Karena Morotai Selatan tidak ada jatah, sehingga kebijakannya kami minta 2 ton tapi dikasih cuma 1 ton, dan 1 ton kami berikan tidak hanya untuk warga Desa Gotalamo. Tapi semua dapat, bahkan orang lain juga masuk beli di sini, karena kondisi minyak kosong. Demi masyarakat punya kebutuhan, silahkan sapa saja boleh beli di sini, dari Morotai Timur pun beli di sini,” jelasnya.

“Situasi minyak di Morotai kosong dan warga sudah mendesak, jadi yang antre hari ini kami batasi hanya bisa beli 5 liter dan tidak bisa lebih, biar semua dapat karena minyak cuma 4 drum dan manusia antre banyak sekali. Sebenarnya kalau kebijakan itu harganya Rp 4.500 karena minyak ini kita ambil di Morotai Utara sehingga kita jual di sini Rp 5 ribu per liter. Cuma gara-gara minyak saja sampai warga lempar torang pe rumah. Jadi pemerintah cepat upaya datangkan minyak, 1 ton tidak cukup untuk penuhi kebutuhan warga,” sambungnya.