Tandaseru — Fachrudin Banyo, Camat Kecamatan Morotai Jaya, Pulau Morotai, Maluku Utara menanggapi aksi yang dilakukan warganya Kamis (22/10) kemarin. Dalam aksinya, warga yang diwakili mahasiswa mendesak pengadaan tower Merah Putih 4G di Morotai Jaya.

Fachrudin menyatakan, rata-rata desa di Morotai Jaya telah terkoneksi jaringan Telkomsel 4G. Hanya saja di dua desa, yakni Sopi dan Sopi Majiko yang masih dalam proses.

“Jadi semua telah tersambung, namun yang belum terkoneksi tinggal dua desa yaitu Sopi dan Sopi Majiko. Harapan besar kami, kemarin saya sudah konfirmasi ke Bupati bahwa untuk tahun 2021 untuk Morotai semua sudah tersambung dengan jaringan Telkomsel maupun 4G,” kata Fachrudin kepada tandaseru.com, Jumat (23/10).

Dia bilang, agar Pulau Morotai bisa dikatakan bangkit maka Morotai Jaya juga harus bangkit. Fachrudin juga mengaku mengapresiasi tuntutan yang dilakukan para mahasiswa.

“Aksi adalah hal yang normal dan biasa saja. Itulah aspirasi yang disampaikan atas nama masyarakat,” ungkapnya.

Namun yang menjadi persoalan dalam poin tuntutan, sambungnya, aksi tersebut dinilainya tidak substantif karena ada tendensi politik.

“Mungkin ada gerakan eksternal yang dilakukan sehingga apa yang saya lakukan di Morotai Jaya selama satu tahun tidak dihitung,” cetusnya.

Selain itu, Fachrudin juga menjelaskan soal lahan bermasalah di Desa Podimor Padange Kecamatan Morja. Menurutnya, lahan tersebut sudah dimediasikan hanya saja proses pembayaran tertunda karena Covid-19.

“Itu kan kemarin saya sudah mediasi waktu konflik pertama di tahun 2011. Saya sudah mediasi masyarakat dengan pihak pemilik dan alhamdulillah semua sudah ada pernyataannya dilakukan oleh pihak atau punya lahan,” jelasnya.

“Dan kemudian pemerintah juga telah menyelesaikan dan tunggu proses pembayaran tetap tertunda akibat karena Covid-19,” tandasnya.