Tandaseru — Calon Bupati Petahana Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara Hendrata Thes mengaku sudah mengetahui seluruh seluk-beluk daerah Kepsul bahkan sebelum dirinya menjadi Bupati. Hal ini diungkapkan dalam kampanye di Desa Soamole, Selasa (20/10).
“Saya sebelum jadi Bupati, seluk-beluk daerah ini saya tahu semua. Bukan cerita torang punya kelebihan, tapi itulah syarat jadi seorang pemimpin. Musti tahu apa kebutuhan masyarakat, mulai dari hal kecil sampai hal besar, bila perlu sampai ke dalam rumah harus tahu semua,” katanya saat kampanye putaran kedua pasangan calon Hendrata Thes dan Umar Umabaihi (HT-UMAR).
Hendrata juga mengungkapkan, salah satu program di tahun 2021, pemerintah akan mengadakan alat berat untuk pembukaan jalan tani di desa-desa.
“Dengan jalan tani yang murah yang tersedia bagi seluruh desa, ini harapan warga masyarakat sebagai petani. Ini yang harus kita bikin, tahun depan kita akan garap semuanya pelan-pelan,” janjinya.
Hendrata bilang, untuk membuktikan rasa cinta kepada Sula, maka ia akan melakukan yang terbaik, bekerja untuk masyarakat tanpa pamrih.
“Jadi Bupati itu dituntut untuk berinovasi. Uang sedikit, tuntutan banyak, apa yang harus kita bikin, ya berpikir,” ujarnya.
Ke depan nanti, sambung Hendrata, dia akan menyiapkan sarana internet berbasis fiber optik di setiap desa. Sebagaimana daerah-daerah yang sudah menikmati sarana internet dengan baik.
“Daerah lain saja bisa, kenapa kita tidak bisa? Ini namanya mencerdaskan kehidupan bangsa. Di situ ada HT-UMAR, Sula maju dan mandiri. Bagaimana mau maju dan mandiri, pertama harus cerdas, perbaiki semua sumber daya manusia, kemudian kita harus sehat,” bebernya.
Bahkan, Hendrata di hadapan seluruh pendukung dan simpatisan HT-UMAR menyebutkan, dirinya baru saja memerintahkan Direktur RSUD Sanana dan salah satu Kepala Bagian untuk mencari lokasi yang nantinya akan dibuat Rumah Sakit yang baru.
“Sudah dapat lokasi kurang lebih 6 hektare, kita akan mulai bangun lagi Rumah Sakit baru. Sula perlu RS yang bagus, sangat perlu,” terangnya.
Jadi, sambung Hendrata, kalau ada kandidat lain yang ke sini bilang nanti akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pertanyaannya dimulai dari mana dan diakhiri di mana.
“Kita saja yang sudah jadi Bupati masih bingung mau mulai dari mana, selesaikan di mana,” akunya.
Bahkan, Hendrata juga sempat menyinggung paslon nomor urut 2 dan 3 saat menyampaikan orasi politiknya. Dia bilang, seorang pemimpin sudah harus tahu, apa itu Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan sudah harus menyiapkan materi-materi untuk menyusun RPJMD. Karena di situ tergambar apa yang akan dilakukan selama 5 tahun.
“Ada atau tidak mereka bicara RPJMD? Mereka tidak tahu. Mereka tidak tahu RPJMD itu apa, mereka tidak tahu. Jadi mereka berdua ini tidak pahami RPJMD itu apa,” semprotnya.
Hendrata pun mengajak agar sesama kontestan bisa adu gagasan dan mampu merasionalkan masyarakat untuk berpikir, bahwa apa yang disampaikan itu benar atau tidak.
“Kalau mereka bilang mau buat Sula jadi bahagia dan sejahtera, sementara dia jadi Kepala Dinas di Taliabu saja sekolahnya masih dari papan dan bambu, bagaimana masyarakat? Apa yang saya sampaikan ini benar atau tidak? Ini kita bicara rasional saja,” cecar Hendrata menyindir calon Bupati nomor urut 3, Fifian Adeningsi Mus yang tak lain adalah mantan Kadis Pendidikan Taliabu.
Di akhir orasi politiknya, Hendrata menegaskan, Sula masih mengharapkan transfer dari pemerintah pusat, dan saat ini dirinya masih bisa mengelola anggaran hingga tahun 2021.
“Mereka bicara itu, tahun depan mereka bisa wujudkan itu atau tidak? Sementara saya masih Bupati sampai 3 Juni 2021. Mereka mau wujudkan pakai apa, sementara saya masih Bupati sampai 2021. Kan tidak masuk akal. Saya masih kelola anggaran sampai 3 Juni 2021. Jadi, kalau mereka jadi Bupati, mereka akan mengelola di tahun 2022, itupun kalau jadi Bupati,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.