Tandaseru — Warga yang menjalani karantina di SD Unggulan l Daruba Kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluhkan fasilitas lokasi karantina. Pasalnya, fasilitas dinilai tak memadai untuk warga yang dikarantina karena baru saja datang dari luar daerah.
“Fasilitas karantina tidak memadai. Kasur-kasur ini kan sudah bekas orang lain pakai banyak, sementara Covid-19 ini kan virusnya melekat pada benda. Nah kalau benda ini orang punya bekas pakai kemudian torang (kami, red) pakai lagi, virus akan menular. Jadi fasilitas di sini kami lihat tidak layak dipakai lagi, seperti kasur,” ucap Sumiati L., salah satu warga karantina kepada tandaseru.com, Kamis (17/9).
Selain mengeluhkan fasilitas kasur, Sumiati bilang dirinya sudah 3 kali menjalani karantina. Hanya saja, pelayanan dan fasilitasnya kurang baik, seperti makanan dan tempat ibadah.
“Saya ini sudah 3 kali dapat karantina. Pertama, saya dikarantina di perpustakaan kurang lebih 1 bulan yang lalu. Terus ini saya karantina di SD Unggulan lagi, dari makanan saja sudah tidak bergizi dan saya kadang tara (tidak, red) bisa salat karena dalam situasi karantina kondisinya begini, apalagi saya sudah usia 56 tahun,” tuturnya.
“Di ruangan kami di sini 12 orang, 2 balita dan 10 dewasa. Lah kalau kami di sini dikarantina karena antisipasi Covid-19, bagaimana kalo ternyata yang seruangan dengan kami ini ada yang Covid?” ujarnya.
Kepala Bagian (Kabag) Protokoler Pemda Pulau Morotai H. Abdul Karim yang juga bertindak sebagai Pengendali Karantina Covid-19 Pulau Morotai saat dikonfirmasi mengatakan, fasilitas tempat ibadah sudah disediakan, sementara fasilitas lainnya akan diganti.
“Sebelumnya, masalah salat itu bukan menjadi kendala karena di tempat karantina sudah ada musala,” katanya.
Untuk fasilitas lainnya, Karim bilang, akan diganti tapi masih dalam proses.
“Untuk masalah kasur memang ini akan diganti. Ke depan ini sudah ada pergantian tapi tidak bisa cepat karena dalam jumlah banyak dan masih dalam tahap produksi,” jelasnya.
“Kami tetap menjalankan prosedur dengan menjalankan karantina. Di situ juga sudah ada petugas medis,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.