Tandaseru — Destinasi wisata andalan Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Pulau Dodola tengah dibayangi ancaman abrasi. Tak hanya membuat bangunan rusak, pepohonan di pulau berpasir putih itu juga ditemukan tumbang.
Amatan tandaseru.com, fasilitas yang terdampak abrasi di antaranya adalah dinding ruang ganti. Salah satu nelayan lokal yang ditemui mengaso di Dodola, Minggu (30/8) mengaku kondisi abrasi Dodola dari tahun ke tahun kian parah. Bahkan pohon-pohon yang ada di Dodola makin banyak yang tumbang.

“Dulu saya sering cari ikan di Pulau Dodola itu, alam pantainya masih indah alami. Saat saya cari ikan saya sering beristirahat di Dodola. Tapi sekarang banyak pohon sudah roboh kena abrasi,” kata nelayan yang enggan namanya dipublikasikan itu.
Dia mengaku, pernah melihat aktivitas pengambilan pasir di Pantai Dodola.
“Tong ada liat dong baangka pasir (kami melihat orang-orang ambil pasir, red). Pas torang tanya dorang bilang pakai untuk fasilitas pembangunan,” tuturnya.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Pulau Morotai M. Assyura Umar ketika dikonfirmasi menyatakan proyek penimbunan Water Front City (WFC) Morotai berimbas terhadap Pulau Dodola. Hanya saja, dia mengaku tak tahu jika ada pengambilan pasir di Dodola.

“Abrasi Pulau Dodola terjadi secara alami dan pengambilan material di Dodola bukanlah penyebab terjadinya kerusakan pada lokasi tersebut. Mungkin saja diambil pembuat swering di Desa Kolorai atau penimbunan di Daruba sehingga mempengaruhi sampai ke pesisir. Dan kalau kita lihat saat ini Dodola terjadi abrasi karena alami, bukan karena dibuat-buat atau diambil materialnya,” paparnya.
Ke depan, ia berencana membangun fasilitas pendukung wisata Pulau Dodola dengan jarak jauh dari bibir pantai agar terhindar dari abrasi.
”Jadi ke depan kita akan buat fasilitas Dodola agak jauh dari bibir pantai, biar aman dari abrasi,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai Ida Arsad saat dikonfirmasi membantah adanya pengambilan pasir di Dodola.
“Tidak ada. Kontraktor sudah dikonfirmasi dan mereka mengaku tidak ambil di situ. Mereka beli pasir dari luar Dodola,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.