Tandaseru — Bandara Emalamo Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara masih belum dibuka sejak ditutup Mei lalu. Padahal, hampir semua bandara di Indonesia sudah beroperasi seperti biasa.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Sula A. Yasin Hayatudin saat dikonfirmasi, Rabu (26/8) mengungkapkan, semestinya bandara sudah beraktivitas sebagaimana biasa. Sebab salah satu pendapatan asli daerah (PAD) bersumber dari situ.
“Sebenarnya dari aspek aturan itu tidak masalah, artinya bandara tetap beroperasi. Tetapi semua itu tergantung dari maskapai Trigana,” katanya.
Saat ini, Yasin bilang, pihaknya sedang berkoordinasi dengan maskapai Trigana Air agar secepatnya bisa beroperasi kembali.
“Kami sedang koordinasi. Maskapai Trigana Air belum masuk karena memang mereka masih memikirkan pertimbangan-pertimbangan lain, salah satunya soal pendapatan mereka,” bebernya.
Di sisi lain, lanjut Yasin, retribusi parkir di Bandar Udara Emalamo Sanana bisa mendongkrak PAD Kepulauan Sula. Meski begitu, kondisinya sedikit berbeda saat pandemi.
“Retribusi yang didapati dari bandara ini tidak terlalu besar. Sebab hanya ada satu pesawat yang beroperasi. Apalagi di musim pandemi seperti ini, tentu masih diberlakukan protokol kesehatan, dan itu berlaku juga bagi penumpang pesawat. Sudah pasti jumlah orang yang naik pesawat akan berkurang,” terangnya.
Yasin bilang, jika ada permintaan dari maskapai lain yang diajukan ke Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula untuk melayani rute Sanana, sudah pasti pihaknya akan menerima.
“Kalau dari pemerintah sendiri tentu menginginkan ada penambahan pesawat. Tapi semua itu dari maskapai. Kita inginkan pesawat Wings Air bisa masuk ke Sanana, hanya saja kapasitas bandara belum memadai dengan jenis pesawat seperti itu,” tukasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.