Tandaseru — Intensitas hujan yang sangat tinggi beberapa hari belakangan membuat debit air dari sungai dan beberapa titik genangan air di desa Bobong, Wayo dan sungai Ratahaya, kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, meluap. Luapan air bahkan merusak satu jembatan serta menggenangi fasilitas publik di ibu kota Bobong, Minggu (17/8/2025).

Bupati Sashabila Widya L Mus yang mendapatkan informasi dari BPBD Taliabu soal adanya fasilitas publik dan jembatan rusak sehingga menyebabkan akses ke rumah sakit tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat langsung turun melakukan pantauan.

“Tadi ada ambulans yang menuju ke rumah sakit tidak bisa lewat lagi,” ungkap Sashabila, Minggu malam.

Dalam pemantauan ini, Sashabila didampingi Kepala BPBD dan Kepala Dinas PUPR. Mereka meninjau langsung titik genangan di dalam kota Bobong, desa Wayo, dilanjutkan dengan memantau aliran sungai di Ratahaya.

Bupati dan rombongan selanjutnya melakukan pantauan ke jalan Talo dan balik memantau seputaran dalam kota Bobong dan jabatan Fangau yang sudah putus sebelumnya.

Sementara itu, BPBD sebelumnya melakukan mapping titik rawan genangan air dan membersihkan selokan tersumbat. Malamnya, Dinas PUPR juga membuka penutup-penutup saluran di jalan E Wamay untuk mempermudah air keluar dari genangan.

“Ada perbaikan sepanjang jalan belakang taman, sampai di pembuangan ke pantai di muka om Efendi rumah. Kita buka penutup saluran saja, baru kasih bersih tumpukan sampahnya,” ujar Kadis PUPR, Endro Sudarmono.

Sahril Abdullah
Editor
Reporter