Tandaseru — Pentingnya data dalam mengintervensi dan memonitoring dan evaluasi stunting memang sangat dibutuhkan demi mencapai target nasional penurunan stunting 14 persen.
Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara Nuryamin saat melakukan audiensi bersama Kepala BPS Maluku Utara Aidil Adha di Kantor BPS di Kota Ternate, Rabu (31/1/2024).
Nuryamin menyampaikan, data prevalensi stunting Maluku Utara dan mengupayakan berbagai langkah dalam mempercepat penurunan stunting di akhir tahun 2024.
“Kami dalam mengintervensi stunting mengacu pada hasil data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 di mana capaian stunting di Provinsi Maluku Utara mencapai 26,1 persen. Angka ini memang masih tinggi dari capaian nasional yang sudah turun di angka 21,6 persen,” ujar Nuryamin.
“Tahun ini memang kami masih menunggu hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 yang dilakukan oleh Kemenkes dalam mengukur prevalensi stunting. Harapannya data stunting yang ada di BPS dapat tersinkron sehingga saling menguatkan data satu sama lain,” tambahnya.
Sementara Kepala BPS Malut menyampaikan, data Indeks Khusus Penanganan Stunting yang didukung Sekretaris Wakil Presiden sebagai intrumen evaluasi dalam mengukur kinerja program dan kegiatan percepatan penurunan stunting.
Tinggalkan Balasan