Tandaseru — Berdasarkan jadwal dan tahapan Pemilu 2024, saat ini KPU sedang memeriksa berkas pendaftaran bakal calon anggota legislatif (bacaleg). Selanjutnya akan masuk tahapan pengumuman daftar caleg sementara (DCS), hingga daftar caleg tetap (DCT).
Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas) Sutrisno Pangaribuan menilai, keikutsertaan sejumlah menteri/wakil menteri/staf khusus menteri di Pemilu (baik Pilpres dan Pileg) dipastikan akan mengganggu konsentrasi mereka. Karena itu, lebih baik para pejabat ini diganti.
“Terjeratnya JGP (Menkominfo/Nasdem) sebagai tersangka pada kasus korupsi pengadaan menara BTS 4G menambah daftar panjang menteri yang mencoreng wajah Presiden Jokowi. Sebelumnya ada Idrus Marham (Mensos/Golkar), Imam Nahrawi (Menpora/PKB), Juliari Batubara (Mensos/PDIP), Edhy Prabowo (MenKP/Gerindra). Kelimanya merupakan anggota kabinet Jokowi utusan parpol,” ungkap Sutrisno dalam siaran persnya, Sabtu (27/5).
Ia menuturkan, periode kepemimpinan Presiden Jokowi akan berakhir pada 20 Oktober 2024, kurang dari dua tahun. Maka dibutuhkan tim yang solid dan kuat untuk menuntaskan sejumlah program Presiden Jokowi sesuai visi misi yang tertuang dalam RPJMN.
“Untuk itu dibutuhkan segera perombakan kabinet dengan mengutamakan tokoh yang memiliki kapasitas dengan agenda tunggal, yakni hanya membantu Presiden Jokowi,” ujarnya.
Kornas, kata Sutrisno, memiliki sejumlah usulan terhadap Presiden. Pertama, sejak Nasdem memutuskan mengusung capres yang disebut antitesa Jokowi, maka Syahrul Yasin Limpo harus diganti. Posisinya sebagai Menteri Pertanian tepat digantikan Mindo Sianipar, Ketua DPP PDIP Bidang Koperasi dan UMKM, yang sebelumnya Ketua Bidang Pertanian.
“Mindo Sianipar merupakan anggota Komisi IV DPR RI sejak 1999-2024. Beliau juga tidak akan maju sebagai caleg karena sudah menjadi anggota DPR RI lima kali berturut- turut. Mindo Sianipar selama 24 tahun tetap di komisi yang mengurusi pertanian. Beliau inisiator sekolah lapang pertanian DPP PDIP di Jawa Barat,” terangnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.