Tandaseru — Perjalanan Wali Kota Ternate, Maluku Utara, M Tauhid Soleman, dan jajarannya ke Eropa terus mendapat sorotan. Kali ini giliran Dosen Universitas Khairun Ternate, Muammil Sunan yang angkat bicara.

Tauhid bersama Kepala Bappelitbangda Rizal Marsaoly, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Safia M Nur, serta Dosen Unkhair Maulana Ibrahim, PhD diketahui mengunjungi Belanda dan Portugal dalam perjalanan tersebut. Tauhid bertolak ke Jakarta sejak 11 Mei dan tiba kembali di Ternate pada 25 Mei.

Muammil bilang, perjalanan dinas itu tidak tepat dan tidak efektif. Apalagi dilakukan dalam waktu begitu lama. Sementara itu, pelayanan dasar di daerahnya pun banyak yang terbengkalai.

“Apalagi Pak Wali Kota pergi dalam waktu yang cukup lama meninggalkan pemerintahan. Walaupun ada Sekretaris Kota yang menjalankan kewenangannya, tetapi kan tidak bisa terlalu lama juga,” sebut Muammil, Rabu (24/5).

Melakukan kuker ke luar negeri, kata dia, tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Belum lagi, ketika berada di negara tujuan, mata uang rupiah harus dikonversikan ke dollar. Sudah pasti nilainya akan lebih banyak lagi.