Tandaseru — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menjadi OPD penerima dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) terbesar Pemerintah Daerah Halmahera Barat, Maluku Utara. Besaran dana yang dikelola Dinas PUPR mencapai Rp 187 miliar lebih.

Informasi yang terhimpun terkait dana pinjaman pada pemerintahan sebelumnya di masa kepemimpinan Bupati Namto Hui Roba periode kedua tahun 2013-2014 juga sempat dilakukan pinjaman berkisar Rp 55 miliar lebih.

Di masa kepemimpinan Bupati Danny Missy-Wakil Bupati Ahmad Zakir Mando pun dilakukan pinjaman di Bank Maluku senilai Rp 159 miliar lebih. Realisasi anggaran hampir rata-rata diprioritaskan pada Dinas PUPR.

Satu di antaranya untuk pekerjaan proyek pembangunan jalan dan jembatan Goin-Kedi yang sampai sekarang masih dipersoalkan sebagian anggota DPRD.

Pada masa pemerintahan Bupati James Uang-Wakil Bupati Djufri Muhamad kali ini, pinjaman daerah dilakukan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 208 miliar.

Anggota Tim Percepatan Dana Pinjaman, Andi Isa, mengatakan alokasi anggaran untuk PEN itu tersebar di beberapa dinas yakni Dinas Perhubungan, DLH-Perkim, Dinas Pariwisata, dan Dinas PUPR.

“Kalau di PU itu ada terbagi ke Bidang Cipta karya dan Bidang Bina Marga ada sekitar Rp 148 miliar lebih,” ungkap Hj. Andi Isa

Dari total anggaran pinjaman Rp 187 miliar yang dikelola PUPR, rinciannya dialokasikan untuk pembangunan Gedung Jailolo Convention Center (JCC) Rp 11.000.000.000, Ruang Terbuka Hijau Kawasan Festival Teluk Jailolo Rp 19.800.000.000, Ruang Terbuka Hijau Kawasan Sasadu Lamo Rp 8.300.000.000, serta pembangunan jalan dan jembatan Rp 148.400.000.000.