Tandaseru — Politikus Partai Nasdem Nurlaela Syarif dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Ternate. Pencopotan ini menyusul pemberhentian Nurlaela dari jabatan Sekretaris DPW Partai Nasdem Maluku Utara beberapa waktu lalu.

Nurlaela kepada tandaseru.com menyatakan, pencopotan terkait jabatan strategis dalam partai politik adalah hal yang biasa saja. Sebagai kader partai, pencopotan tersebut bagian dari dinamika partai.

Meski begitu, ia mengakui hingga kini tak tahu apa alasan pencopotan dirinya selaku ketua fraksi. Informasi soal pencopotan itu disampaikan pada Selasa (10/8) kemarin.

“Jadi komposisi fraksi Ketua Rusdy Aim, sementara strukturnya fraksi Wakil Ketua Sofyan dari PBB, Yamin Rusli Sekretaris, dan Nurlaela Syarif sebagai Anggota,” tuturnya, Jumat (13/8).

Menurutnya, selama menjalankan tugas kepartaian, ia tak bisa berasumsi sendiri terkait kinerjanya.

“Namun selama ini saya giat bekerja sebagai penghubung dengan masyarakat, sebagai fasilitator, sebagai medium untuk menyambung aspirasi masyarakat,” sambung Nurlaela.

“Jadi publik puas atau tidak, itu bukan hak saya untuk menilai. Begitu juga dengan partai atas kinerja selama ini. Jadi pada prinsipnya belum ada alasan jelas atas pencopotan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu Ketua DPW Partai Nasdem Malut Achmad Hatari mennganalogikan dirinya sebagai bibit unggul. Hanya saja musim kemarau membuatnya sulit bertumbuh.

“Seharusnya bibit unggul dalam iklim politik itu kuantitasnya terbatas, apalagi sebagai perempuan. Mohon maaf, tapi dengan latar belakang akademik, cukup terbatas mencari SDM apalagi di bidang politik. Jadi kalau kontribusi kerja selama ini kurang, seharusnya sebagai perempuan yang bidang kariernya politik sebagai bibit unggul di musim kemarau seharusnya disiram dong, jaga bibitnya. Bukan justru dibiarkan dalam iklim kemarau tersebut. Jadi ini bisa menjadi tafsiran masing-masing orang terhadap kontribusi kinerja selama ini,” urainya.