Tandaseru — Wakil Gubernur Maluku Utara, M. Al Yasin Ali angkat bicara soal langkah PDI Perjuangan mencabut dukungan politik terhadap pemerintahannya dan Gubernur Abdul Gani Kasuba.

Saat diwawancarai, Jumat (2/7), Yasin mengaku tak mempersoalkan pencabutan dukungan tersebut. Sebab selaku kader PDIP, ia memiliki hubungan yang baik dengan pengurus DPP.

“Kalau bagi saya tidak masalah, karena saya di DPP sana mereka masih kenal saya. Kalau Pak Gub saya kurang tahu,” tuturnya.

Menurutnya, pencabutan dukungan politik PDIP selaku partai pengusung utama dirinya dan Gubernur kemungkinan disebabkan tidak ada kebijakan Gubernur yang menguntungkan partai.

“Mungkin soal (janji) pembangunan kantor, dan lain-lain. Atau kebijakan yang dianggap lebih menguntungkan partai lain,” ujarnya.

Meski begitu, ia menjamin keputusan PDIP itu tidak akan mempengaruhi kondisi pemerintahan.

“Tidak, tidak ada pengaruhnya,” tegas mantan Bupati Halmahera Tengah tersebut.

Yasin bilang, ia akan berbicara dengan Gubernur membahas langkah apa yang akan diambil keduanya selanjutnya menghadapi PDIP.

“Apakah Pak Gub mau kembali dekat dengan PDIP. Nanti Pak Gub datang baru kita bicarakan,” terangnya.

Sebelumnya, lewat rekomendasi rapat kerja daerah (rakerda), PDIP Malut memutuskan mencabut dukungan politik terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur. Pasalnya, keduanya dinilai tidak memberikan kontribusi apapun terhadap partai. Gubernur dan Wagub juga disebut sangat sulit diminta menghadiri agenda partai.