Tandaseru — Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir mengajak semua pihak ikut mendorong struktur perekonomian yang didominasi sektor pertanian dan perikanan. Dengan begitu pengelolaan pertanian dan perikanan mampu memberikan nilai tambah serta kontribusi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Sekprov saat membuka acara Simposium Regional Perikanan dan Kelautan yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan dies natalis Universitas Khairun ke-57 tahun di Aula Nuku Kampus Unkhair Ternate, di Kelurahan Gambesi, Selasa (16/3).
Di hadapan Rektor Unkhair Prof. Husain Alting, Ketua DPRD Malut Kuntu Daud, Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim, Bupati Halmahera Barat James Uang, Ketua DPRD Halbar Charles Richard Gustan, para petinggi kampus dan peserta simposium, Sekprov menyampaikan rasa bangga bisa berada di tengah-tengah keluarga besar Universitas Khairun dalam suasana perayaan dies natalis.
“Tentu saja rangkaian perayaan ini perlu dimaknai sebagai momentum untuk menguatkan komitmen dari semangat awal berdirinya lembaga yang kampus yang sangat dibanggakan. Semangat awal yang dicita-citakan dalam visi Unkhair adalah ‘Menjadikan Universitas yang Bermutu Berbasis Kepulauan dan Kemajemukan. Visi tersebut memberikan arah pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak terlepas dengan ciri khas kepulauan di wilayah kita,” ungkapnya.
Simposium Regional Perikanan dan Pertanian, lanjut Sekprov, tentu saja merupakan salah satu bentuk atau cara mengaktualisasi semangat pendirian, di mana simposium dengan memfokuskan perhatian pada pengembangan perikanan dan pertanian ini tentu berkesesuaian dengan konteks universitas berbasis kepulauan.
“Kita ketahui bersama bahwa meskipun struktur perekonomian Maluku Utara didominasi oleh sektor pertanian dan perikanan, namun menjadi tantangan kita bersama pula bahwa sektor ini belum memberikan share pertumbuhan yang optimal,” ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Malut ini.
Mantan Penjabat Bupati Morotai ini menambahkan, pembangunan dengan menggunakan sektor pertanian sebagai penggerak utama dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesempatan kerja dan berusaha serta peningkatan pendapatan daerah. Sektor pertanian juga telah menunjukkan ketangguhan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta berikut sistem agribisnisnya yang cukup besar peranannya dalam penyerapan tenaga kerja.
“Sementara itu, pengelolaan kelautan dan perikanan, yang secara umum meliputi pilar-pilar pengelolaannya, antara lain soal kedaulatan, keberlanjutan, kesejahteraan, perlu menjadi perhatian kita semua untuk dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemajuan. Ini menjadi tantangan kita bersama,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kata Samsuddin, berharap sektor ini terus dikembangkan. Sebab sebagai daerah dengan karakteristik kepulauan dengan masyarakat dan struktur perekonomian yang didominasi sektor pertanian dan perikanan, tentu saja membutuhkan pandangan-pandangan dan konsep yang diharapkan dapat meningkatkan kemajuan.
“Sehingga pengelolaan pertanian dan perikanan mampu memberikan nilai tambah dan dapat memberikan kontribusi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Atas nama pemerintah, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Saya percaya melalui kegiatan simposium berbagai pandangan-pandangan dan konsep yang lahir dari pemikiran-pemikiran cerdas akan digali disampaikan dan diharapkan bermanfaat, dan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan perikanan dan pertanian, tidak saja dalam kerangka literatur akademis tetapi juga mengarah kepada hilirisasi hasil-hasil penelitian untuk menunjang pengembangan sektor unggulan kita. Saya menyampaikan terima kasih kepada pihak Rektorat Universitas Khairun yang telah melaksanakan kegiatan yang bermanfaat ini,” tandas Samsuddin.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.