Tandaseru — Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, menerima audiensi dari Tim Akreditasi Perpustakaan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sekda didampingi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan, Zulkifli Ohorella.

​Ismail menyampaikan bahwa akreditasi perpustakaan merupakan bentuk pengakuan formal dari Perpustakaan Nasional. Menurutnya, penetapan status akreditasi ini penting untuk memastikan Perpustakaan Daerah telah memenuhi Standar Nasional Perpustakaan.

​”Kami sangat berharap dengan adanya akreditasi ini bisa membantu Pemerintah Daerah, dalam hal ini Perpustakaan Daerah, untuk dapat ‘naik kelas’ dalam hal pengembangan layanan, fasilitas, SDM, hingga aktivitas perpustakaan itu sendiri,” ujar Ismail.

​Ia juga berharap Tim Perpusnas RI dapat terus mendampingi pengembangan perpustakaan di Tidore agar menjadi sarana yang ideal. Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, tegas Ismail, siap melengkapi berbagai kekurangan, baik dari segi sarana dan prasarana maupun persyaratan pendukung lainnya demi meraih hasil akreditasi yang optimal.

​Sementara itu, Asesor Perpustakaan Nasional, Leonardo Lodewyk, menjelaskan bahwa tujuan kedatangan timnya adalah untuk melihat sejauh mana kesesuaian tata kelola perpustakaan di daerah dengan Standar Nasional Perpustakaan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

​Leonardo mengapresiasi penerimaan baik dari Pemkot Tidore Kepulauan dan memohon izin untuk melaksanakan verifikasi serta penilaian langsung di Perpustakaan Daerah Kota Tidore.

​Ia menambahkan, di Provinsi Maluku Utara terdapat dua kota yang menjadi sasaran evaluasi akreditasi kali ini, yaitu Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate. Seluruh perpustakaan diharapkan mampu memenuhi kriteria nasional tersebut.

​”Kami sangat berharap kerja sama dan dukungan dari Pemerintah Kota Tidore, baik dari Kepala Daerah maupun pengelola Perpustakaan Daerah itu sendiri, sehingga kegiatan akreditasi ini berjalan lancar dan memperoleh hasil yang maksimal,” kata Leonardo.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter