Tandaseru — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, melalui Dinas Kesehatan membagikan sekitar 5.000 pieces masker (100 boks) kepada masyarakat guna mengantisipasi bahaya dampak kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah tersebut, Minggu (4/10/2026).

Pembagian masker tersebut dipusatkan di jalan protokoler Tugu Pancasila, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, sekitar pukul 07.00 WIT pagi.

Kepala Dinas Kesehatan Ahdad Hi Hasan menegaskan, fenomena udara kabut tebal bercampur asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini sudah sangat mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat secara visual.

“Ada kurang lebih 5 ribu masker dibagikan ke masyarakat. Jadi memang meski kita tidak punya alat untuk mengukur kualitas udara ya, tetapi dari kasat mata bisa kita lihat. Memang kabut ini bercampur dengan asap karhutla,” tegas Ahdad di lokasi kegiatan.

Ahdad mengimbau warga membatasi aktivitas di luar rumah dan selalu mengenakan masker saat harus keluar demi mencegah penyakit saluran pernapasan.

“Jadi dari Dinas Kesehatan mengimbau agar masyarakat jangan terlalu banyak beraktivitas keluar. Walaupun keluar tetap selalu menggunakan masker sehingga kita terhindari penyakit yang disebabkan oleh kabut asap,” imbaunya.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Dinas Kesehatan telah memerintahkan seluruh Puskesmas di enam kecamatan se-Kabupaten Pulau Morotai untuk melakukan pemantauan lapangan dan bersiap membagikan masker ke masyarakat di wilayah masing-masing.

“Kalau ada kasus mencolok segera dilaporkan. Jadi Puskesmas terus melakukan pemantauan secara langsung, dan kami juga ke depan meminta Puskesmas membagikan masker ke masyarakat,” timpalnya.

Selain itu, Ahdad meminta peran aktif sekolah untuk menjaga keselamatan para siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.

“Kami juga mengimbau khususnya anak sekolah diharapkan kerja sama pihak guru-guru agar siswa jangan dulu beraktivitas di luar tetap fokus di dalam kelas,” tandasnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter