Tandaseru – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah setempat sejak 19 September 2026. Salah satu titik kebakaran terbesar terjadi di kawasan Gunung Gamkonora.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Halbar, Irfan Idrus, menyampaikan tim gabungan telah dikerahkan ke lokasi. Namun, proses pemadaman menghadapi kendala medan yang ekstrem di area puncak gunung.

“Kebakaran yang terjadi di Gamkonora itu, tim dari BPBD Halbar sudah turun ke lokasi. Tetapi lagi-lagi terkendala, karena kebakaran tersebut terjadi di area puncak gunung dengan medan yang terjal, sehingga pemadaman yang dilakukan sedikit terhambat,” kata Irfan, Minggu (4/10/2026).

Irfan menegaskan, Pemkab Halbar tidak tinggal diam dan terus menempuh berbagai strategi untuk mengendalikan kobaran api, termasuk berkoordinasi lintas instansi serta menyurat ke pemerintah pusat.

“Berbagai cara kita lakukan agar penanganan Karhutla di Halbar bisa teratasi,” ujarnya.

“Kami terus berupaya berkoordinasi bahkan menyurat ke BNPB Pusat untuk dapat menangani karhutla ini. Kami juga telah melakukan foto drone terkait sebaran lahan yang terbakar dan sudah dikirimkan ke BNPB melalui laporan Pusdal Ops,” lanjut Irfan.

Dalam upaya pemadaman di lapangan, BPBD Halbar telah berkoordinasi dengan TNI/Polri, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu dan Gamkonora, Satpol PP, Damkar, serta pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat sekitar.

Selain penanganan darat, Pemkab Halbar juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Maluku Utara dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat guna memohon dukungan unit helikopter patroli serta water bombing.

“Kita berharap bantuan helikopter patroli dan water bombing segera tiba di Halbar, sehingga upaya penanganan karhutla dapat lebih optimal,” pungkasnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter